Kehebohan laga tanding MU vs Chelsea semalem masih terasa ampe sekarang hehe. MU dihadang Chelsea 2-1 yang membuat tertundanya pesta kemenangan MU di Premier League. Sekarang makin bertambah geregetan nie ngikutin perkembangan sapa yang bakal duduk di puncak juara. Kedua tim mesti sama-sama konsentrasi penuh biar gak kepeleset di 2 pertandingan terakhir.
Tapi sekarang aku lagi gak pengen ngebahas bola dulu. Aku tertarik waktu baca berita "Intel juga Memata-matai Botol Plastik Kompetitor" yang muncul di Radar Lampung hari ini, juga berita yang sama muncul di IndoPos Online berita pagi ini juga. Ntah yang mana nie yang copy paste hehe... Ternyata di Indonesia itu ada yang namanya sekolah buat para intelijen...
Dah lama banget aku pengen bisa maenin alat musik yang satu ini. Karena hasrat yang mendalam ini, aku memutuskan untuk ikutan kursus gitar. Tau gak hal pertama yang ditanyain waktu aku mendaftar kursus,
Pengajar : "Maaf mas, umurnya sekarang berapa yah?"
Hammar : " Emangnya knapa mas, ngaruh yah?"
Pengajar : " Bukan gitu, biasanya kalo sudah di atas 25 tahun, untuk belajar gitar dari dasar akan menemui banyak kesulitan."
Hammar : " Emang knapa, mas."
Pengajar : " Begini lho mas.... kesulitan yang muncul di antaranya..."
Pada usia di atas 25 tahun kemampuan belajar dari dasar sudah berkurang.
Biasanya mas nanti akan cepet bosen, soalnya dah gak telaten lagi buat belajar.
Waktu buat latihan kurang, dengan semakin padatnya waktu yang tersita buat kerjaan.
Konsentrasi belajar terpecah karena otak udah terbagi-bagi dengan berbagai masalah.
Tapi semangat dan keinginanku dah gak bisa di goyahkan lagi. Dan walaupun aku orang yang ter "matang" di tempat kursus itu, aku tetap bersikeras buat belajar. Ngapain pake acara malu - malu segala........
Heboh lagu Gosip Jalanan nya Slank yang menggambarkan betapa harga diri sudah terperosok menjadi budak uang. Carut marut kasus korupsi yang melanda hampir di setiap sendi kehidupan di negeri, penurunan derajat manusia yang jatuh lebih rendah dari nafsu hewani. Uang sudah menjadi dewa atas segala-galanya. Masih ada kah yang namanya hati nurani, harga diri, kejujuran, kepercayaan di muka bumi ini ?
Di tengah-tengah kegalauanku atas semua itu, ada sebuah kejadian yang tampaknya sepele tapi cukup berbekas di hati. Paling tidak bisa menjadi setetes air pengharapan dalam ladang nurani yang kering dan tandus.